Rabu, 22 Juli 2015

Tek-Tok Edan ke Gunung Sumbing

Tek-Tok Edan ke Gunung Sumbing

















06/06/2015
Tak terbesit di pikiran bakalan ngetrip mendaki ke Gn. Sumbing 3371 mdpl lagi karena sepupu ku, Ilham yang minta diantarkan. Bagaimana tidak karena tidak perencanaan sama sekali di hari-H. Sangat mendadak. Terlebih ajakan itu ku dapat saat masih berada di Puncak Gunung Ijo, Kab. Kulon Progo. Saat itu pula aku langsung turun dan menuju kosannya.
Berangkat dari Jogja jam 22.45 malam kami berangkat setelah belanja logistik di minimart yang buka 24 jam. Sampai di Basecamp Garung Kab. Wonosobo jam 00.15. tepat jam 01.00 kami mulai mendaki. Dengan kecepatan dengkul racing kami tiba di post pestan jam 04.00. Di Pestan kami menikmati sunrise sambil masak makanan dan ngopi ngopi. Lanjut ngetrack ke puncak jam 7.00 dan sampai di Puncak Kawah jam 10.00. Menikmati suasana puncak sangat lama hingga siang menjelang sore dan kabut tebal mulai menyelimuti. Kami turun dari puncak dengan segera menghindari jika terjadi hujan. Deru angin juga begitu kencang. Namun setelah sampai Pasar Watu cuaca cukup galau yang terkadang mendung kemudian cerah dengan angin yang cukup kencang. Kami beristirahat disini cukup lama. Turunan terjal dari Pasar Watu hingga Pestan kami lalui dengan cara yang sangat konyol hahaha (Red: perosotan). Ketika turun dari Pestan-Post 1 kami sering beristirahat karena mempersilahkan pendaki yang baru naik. Entah berapa banyak rombongan. Pokoknya mereka pada ganteng-ganteng dan cantik-cantik gagah dengan ransel besar dipunggungnya dibandingkan kami yang memakai daypack kecil :3. Maklum kami pemula Hahaha :D . Biarpun pemula, kami tidak nyampah di gunung karena kami buka pemula biasa Hahaha :D. Tiba di basecamp jam 19.00 karena kami beristirahat sangat lama di Post 1. Kemudian kami pulang ke Jogja dengan hati senang.

Yeah, pendakian Gunung Sumbing ini kami lakukan dengan tek-tok. Berangkat-Muncak-Pulang tanpa ngecamp. Mungkin terbilang edan jika melihat track Gunung Sumbing yang cadas \m/. Kami hanya membawa bekal yang minimalis namun berguna dalam pendakian. Alhamdulillah kami Berangkat-Muncak-Pulang dengan selamat. 

Salam Jun_krikers :)

Trip ke Gunung Ijo Kab. Kulon Progo

Trip ke Gunung Ijo Kab. Kulon Progo












05/06/2015
Hampir satu minggu ku habiskan waktu di Kota Jogja. Padahal seharusnya aku menyibukkan diri untuk skripsiku. Tapi apa daya laptopku masih koma. Tak ada yang bisa dikerjakan kecuali refreshing saja ke Jogja. Yeah, Jogja tempatku menemukan teman, sahabat kemudian kekasih. Banyak destinasi wisata yang keren terutama wisata alamnya. Dari yang sudah mainstream hingga yang masih tersembunyi. Yeah, Jogja begitu romantis dan istimewa.
Beberapa tempat yang menurutku menarik telah ku kunjungi, seperti: Mercusuar Pantai Pandansari di Kab. Bantul, Laut Bekah dan Pantai Kesirat di Kab. Gunung Kidul serta Candi Ijo, Candi Banyunibo dan Candi Barong di Kab. Sleman. Sedangkan hari ini aku akan melepas rindu ketinggian ditemani kekasih ke Puncak Gunung Ijo berada di Kokap Kab. Kulon Progo.
Dari jalan Godean-Waduk Sermo-Hargotirto,Kokap. Minim petunjuk kesana hingga beberapa kali tanya warga sekitar. Harus berhati-hati jalan menanjak cukup ekstream terlebih jalannya sempit. Tepat di kaki Gunung Ijo, kami kebingungan mencari jalur tracking. Namun dengan bantuan bocah cilik yang memberi tahu kami, akhirnya menemukan jalannya. Setelah menitip motor di salah satu rumah warga, kami mulai tracking. Pertama melewat jalan cor-coran sampai tower salah satu provider telekomunikasi. Selanjutnya track berupa tanah melewati perkebunan warga, ilalang liar yang tinggi dan setelah tracking kira-kira 1 jam saja sampailah kami di Puncak. Puncak Gunung Ijo ini tidak luas untuk camping. Mungkin hanya cukup untuk 2 tenda berukuran kecil. Terdapat pula batu besar yang tepinya langsung ke jurang.

View di atas puncak begitu indah dengan hijaunya bukit-bukit pengunungan menoreh, Waduk Sermo dan berbagai deretan Pantai Selatan Jogjakarta juga masih dapat terlihat. Namun, sayang saat kami berada di puncak, Gunung Merbabu-Merapi dan Sumbing-Sindoro tak terlihat karena cuaca cukup berawan. Setelah puas kami pulang dengan hati gembira :D.

Salam Jun_krikers :)